Motivasi, Komunikasi, Leadership.
Tulisan ini terlalu panjang, dan terlalu banyak membuat berpikir. Padahal, konon “The Law of Attraction” itu konsep yang sederhana. Tapi nggak apa-apa. Siapa tahu ada gunanya, buat Anda yang memang hobinya mikir. Buat Anda yang malas membaca dan berpikir, silahkan melompat langsung ke sub judul yang terakhir.
Anda mungkin sudah membaca atau menonton film “The Secret”. Berbagai pihak menyimpulkan bahwa inti dari film dan buku itu, adalah sebuah hukum universal yang disebut dengan “The Law of Attraction”. Hukum ini, setelah berabad-abad menjadi rahasia kesuksesan orang-orang besar di dunia, dikatakan telah di-”revealed” kepada khalayak publik.
Menurut Saya pribadi, “The Law of Attraction” tidak pernah menjadi rahasia. Hukum ini, bahkan telah menjadi paket kelengkapan manusia, sejak awal penciptaannya. Mari kita pelajari dan pahami, bagaimana keberadaan dan cara kerja “The Law of Attraction” ini, dan bagaimana memanfaatkannya untuk mendukung kesuksesan Anda.
THE LAW OF UNIVERSE
Sebelum masuk jauh ke “The Law of Attraction”, Anda harus memahami paket besarnya. Paket besar itu adalah “The Universal Law” atau hukum universal yang telah diciptakan-Nya. “The Universal Law” sebenarnya adalah hukum alam. Ya, hukum alam. Sebab, Anda juga bagian dari alam semesta.
Dengan “The Law of Universe” itu, Anda didorong untuk memahami betapa kecilnya manusia di tengah alam semesta. Anda, hanyalah bagian kecil dari sebuah skenario yang maha besar. Di dalam skenario itu, Anda punya peran sebagai “raja”. Anda memang “raja” dengan segala kelebihannya. Tapi Anda, bukanlah “raja di raja”. Anda, hanyalah “ikan besar di kolam yang kecil”. Sebesar apapun jadinya, Anda akan tetap kecil. Dari situlah Anda harus memulainya.
Satu-satunya peran besar Anda, adalah “memelihara”. Tugas ini adalah otorisasi kewenangan kepada Anda, yang diberikan oleh Yang Maha Pemelihara Alam Semesta. Tugas itu memang istimewa, karena hanya diberikan kepada Anda sebagai manusia. Ingatlah sekali lagi, bahwa Anda hanyalah pemelihara.
Jika Anda sukses, berhasil, berjaya, berbahagia, sehat, atau kaya, maka itu TERJADI hanya karena izin dan kehendak-Nya. Tidak lebih dan tidak kurang. Apapun yang Anda LAKUKAN, tidak menciptakan sesuatu yang baru. Apa yang Anda lakukan, hanyalah MEMELIHARA keharmonisan dan keselarasan, dengan hukum universal yang telah diciptakan-Nya.
Apa yang perlu Anda pahami tentang hal ini, adalah bahwa Anda bukan pencipta. Anda hanya merakit, mengolah, menyatukan, mengaransemen dan sebagainya untuk memberi nilai tambah. Itu saja. Anda tidak menciptakan bubur kacang hijau, tapi Anda menanam toge. Anda tidak membuat mobil, tapi mengekstrak biji besi, merebus plastik, mencetak baut dan sebagainya, menyatukannya, mengaitkan berbagai perannya, dan memunculkannya sebagai mobil yang siap pakai.
Jika Anda gagal, tidak berhasil, tak berbahagia, sakit, atau miskin dan melarat, maka itu TERJADI juga hanya karena izin dan kehendak-Nya. Tidak lebih dan tidak kurang. Apapun yang Anda LAKUKAN, tidak menciptakan sesuatu yang baru. Apa yang Anda lakukan, hanyalah tidak MEMELIHARA keharmonisan dan keselarasan, dengan hukum universal yang telah diciptakan-Nya.
Apa yang perlu Anda pahami tentang hal ini juga sama. Anda bukan pencipta. Anda hanya merakit, mengolah, menyatukan, mengaransemen dan sebagainya tanpa memberi nilai tambah, atau malah menurunkan nilai tambah. Itu saja. Anda bukan menciptakan penyakit, tapi tidak atau kurang memelihara kesehatan. Anda bukan menciptakan kecelakaan, tapi tidak memelihara aturan main di jalan.
Dengan keistimewaan sebagai “pejabat pemelihara” alam semesta, maka Anda sudah sewajarnya menjadi pusat alam semesta. Jadi tidak mengherankan, bahwa ras manusia adalah “kantor pusatnya” alam semesta. Manusia, adalah “pusat administrasi” alam semesta.
(Pahamkah Anda sekarang, mengapa ada negara-negara tertentu begitu ngototnya ingin menjadi polisi dunia? – mereka malah melangkah terlalu jauh, karena ingin menjadi “kantor pusatnya” manusia. Padahal, lebih baik bagi mereka untuk menjadi “rahmatnya” manusia, supaya nanti bisa menjadi “rahmatnya” alam semesta.)
Jika Anda percaya pada keberadaan UFO atau alien sekalipun, percayalah bahwa Anda sebagai manusia, tetap menginginkan manusia, sebagai pusat alam semesta. Anda kurang yakin? Coba perhatikan setiap film science fiction yang Anda tonton. Semuanya, menjadikan manusia sebagai pusat alam semesta, alias sebagai pemeran utama. Tidak ada manusia, yang mau menempatkan manusia di bawah derajat makhluk lain, yang bukan manusia. Jikapun ada, mungkin itu bukan manusia (lagi).
Sekali lagi, Anda kecil di tengah alam semesta. Anda punya tugas penting yang namanya memelihara. Anda yang diberi kemampuan untuk itu. Selain jin dan manusia, semuanya sudah terpelihara. Alam semesta ini sudah sempurna diciptakan-Nya, dan tugas Anda adalah memelihara. Dengan memelihara, Anda memunculkan nilai tambah. Dengan tidak memelihara, Anda memunculkan nilai kurang.
Seluruh hukum yang ada di alam semesta, tunduk pada hukum universal yang diciptakan-Nya. Manusia tidak berwenang untuk merubah atau mengutak-atiknya. Manusia hanya perlu mengharmonisasi dan menyelaraskan diri dengan semua hukum universal-Nya. Termasuk hukum-hukum alam yang berikut ini.
Hukum-hukum alam yang terpenting bagi Anda, adalah hukum-hukum yang berkaitan langsung dengan Anda. Berbekal hukum-hukum itu, Anda harus mengharmonisasi dan menyelaraskan diri dengan berbagai hukum alam di luar diri Anda. Hukum itu adalah “Hukum Penerimaan” atau “Hukum Keikhlasan” atau “Hukum Cinta” atau “The Law of Allowing”. Hukum ini, paketnya terdiri dari:
Hukum Kreasi, Hukum Keikhlasan
(The Law of Creation)
Poin pertama, segala sesuatu diciptakan sesuai kadarnya. Itulah keadilan.
Jika Anda miskin, tidak berbahagia, tidak sukses dan sebagainya pada detik ini, itu keadilan Tuhan. Jika itu tidak menyenangkan buat Anda, ketahuilah bahwa sebabnya adalah sesuatu yang tidak terpelihara, atau tidak harmonis, atau tidak selaras berkaitan dengan satu atau beberapa hukum universal-Nya. Di sini, ada hukum “Allowing” alias keikhlasan, alias nothing to lose.
Jika Anda ingin merubahnya, Anda harus menerapkan porsi hukum kreasi yang diturunkan kepada Anda, yaitu;
Poin kedua, ikhtiar atau upaya, “Aku adalah sesuai prasangka hamba-Ku.” Di sini, terkait hukum “Allowing”.
Hukum Perwakilan
(The Law of Representativeness)
Tugas kepemeliharaan Anda ada dua, yaitu:
Poin pertama, to up hold the religion, dan
Poin kedua, to administer the world.
Hukum Stamina
(The Law of Endurance, The Law of Gratitude)
Untuk memunculkan perubahan ke arah yang lebih baik di dalam konteks pemeliharaan, Anda perlu stamina dan daya tahan (yang juga bukan Anda penciptanya). Itu hanya bisa diperoleh dengan harmonisasi dan penyelarasan kepada:
Poin pertama, bersyukur. Bersyukur atas apa yang ada pada saat ini. Bahwa Anda adalah manusia dan bukan kangkung, bahwa Anda sebagai manusia diberi kewenangan untuk memelihara, bahwa Anda sebagai pemelihara berpotensi untuk memunculkan perubahan, dan bahwa sebagai pembaharu, perubahan itu bisa menuju ke arah yang lebih baik. Untuk diri Anda sendiri dan untuk dunia. Di sini juga, terkait hukum “Allowing”.
Poin kedua, doa. Doa berdiri di atas dasar “Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan perkenan-Nya”.
Poin ketiga, sabar. Anda tidak menciptakan sesuatu, melainkan hanya menyusun, merakit, mengaransir, mengaduk-aduk, menempel-nempelkan dan sebagainya. Ini disebut dengan ikhtiar (hukum kreasi). Kemudian Anda berharap bahwa itu semua bisa bekerja. Kemudian berkaitan dengan hasilnya, Anda hanya bisa “menunggu” sembari melakukan kreasi berikutnya.
Poin ketiga, doa. Doa juga berdiri di atas dasar “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku kabulkan”.
Dengan semua harmonisasi dan penyelarasan kepada hukum-hukum dasar itu, maka Anda akan berhadapan dengan alam semesta, yang juga punya hukum-hukum. Hukum-hukum ini, juga menjadi bagian dari hukum universal-Nya. Artinya, Anda juga harus melakukan harmonisasi dan penyelarasan dengan hukum-hukum berikut ini.
Hukum-hukum alam ini diringkas oleh Boby Galih dari Radio SmartFM.
Hukum Keseimbangan
(The Law of Balance)
Segala sesuatu, akan tetap ada selama memiliki keseimbangan. Anda berdiri dan tidak jatuh, karena seimbang. Menara Pisa yang miring di Italia tidak roboh, karena memiliki keseimbangan. Jika keseimbangan itu hilang, maka menara itu juga akan hilang. Keseimbangan, erat hubungannya dengan eksistensi tertentu dalam situasi tertentu.
Hukum Pertumbuhan
(The Law of Growth)
Segala sesuatu itu tumbuh. Mulai dari tumbuh-tumbuhan, sampai bayi mungil yang menjadi dewasa. Mulai dari makin keroposnya bodi mobil Anda, sampai mulai putihnya rambut Anda.
Hukum Istirahat
(The Law of Rest)
Segala sesuatu memerlukan periode istirahat. Itu sebabnya ada siang dan ada malam. Ada datang dan ada pergi. Ada pagi ada sore. Ada alam sadar, dan ada alam bawah sadar. Ada tugas untuk tangan kanan, dan ada tugas untuk tangan kiri. Apa yang dikerjakan oleh kepala, tidak dikerjakan oleh kaki. Jika sesuatu istirahat, maka sesuatu yang lain bekerja. Demikian bergantian.
Hukum Atropi
(The Law of Atrophy)
Segala sesuatu yang didiamkan, akan mengalami degenerasi atau kerusakan. Hukum inilah yang menjelaskan fenomena tidak berjalannya “tugas pemeliharaan”.
Hukum Gerak
(The Law of Vibration)
Segala sesuatu yang bergerak, cenderung akan terus bergerak. Segala yang diam, cenderung akan terus diam. Proses pemeliharaan, adalah proses yang bergerak.
Hukum Sebab-Akibat
(The Law of Cause and Effect)
Ini hukum alam yang paling mudah dikenali oleh setiap orang.
Hukum Efek Kumulatif
(The Law of Cummulative Effect)
Ini adalah hukum pembelajaran. Makin sering, maka akan makin menunjukkan hasil. Makin banyak inputnya, maka akan makin besar outputnya.
Sebagai manusia, Anda tidak akan pernah memahami seluruh hukum-hukum universal-Nya. Dengan kata lain, apa yang Anda ketahui tentang hukum universal-Nya, tidaklah sampai seujung jari kelingking Anda. Itu sebabnya, hukum-hukum universal-Nya hanya terungkap jika Ia mau mengungkapnya. Itu pun, jika Ia menghendakinya untuk sebagian dari Anda.
Itu sebabnya, “The Secret” ada. Ia menjadi rahasia, hanya karena ada sementara pihak yang tahu, dan ada sementara pihak lain yang tidak atau belum tahu. Tahukah Anda, bahwa menurut “The Law of Universe”, hal itu justru bukan rahasia?
Berikut ini adalah beberapa hukum alam yang lain dari beberapa sumber yang lain.
Hukum Mentalitas
(The Law of Mentalism)
Alam semesta adalah fenomena mental. Alam semesta, adanya di kepala. Jika alam semesta letaknya di luar sana, maka manusia tak akan pernah kemana-mana di alam semesta. Ke bulan pun baru satu atau dua kali. Maka ke pluto jelas masih khayalan. Keadilan Tuhan, telah memberi manusia kemampuan, untuk bisa melihat alam semesta, di dalam kepalanya. Teleskop hubble, teropong bintang dan sebagainya. Bintang yang Anda lihat dengan mata sekarang, berjarak sekian tahun cahaya. Artinya, apa yang Anda lihat sekarang, sebenarnya sudah tidak ada. Apa yang Anda lihat adalah keadaan bintang itu beberapa tahun yang lalu. Ia sudah tidak ada, ia hanya ada di kepala Anda.
Hukum Koresponden
(The Law of Correspondence)
Apa yang ada di dalam, cerminan yang di luar. Apa yang di atas, identik dengan yang di bawah. Apa yang di depan, merefleksikan apa yang di belakang.
Atom-atom di dalam tubuh Anda, punya cara kerja yang sama dengan sistem tata surya. Jika Anda berpikiran negatif, apa yang Anda peroleh dari perbuatan juga akan negatif. Jika Anda sakit kepala, Anda bisa mengobatinya dengan mengurut kaki (akupuntur). Sisi tubuh kanan Anda, tercermin pada telapak kaki kiri Anda (pijat refleksi). Mata kanan Anda, terkait dengan otak yang sebelah kiri dan sebaliknya.
Hukum Polaritas
(The Law of Polarity)
Segala sesuatu mempunyai pasangan ekstrimnya. Ada atas ada bawah. Ada gagal, maka ada sukses. Ada kaya ada miskin. Ada sehat ada sakit. Ada terang ada gelap. Ada baik ada buruk. Dan seterusnya.
Hukum Ritme
(The Law of Rhytm)
Segala sesuatu yang hidup punya denyut atau ritme. Jantung ada ritmenya. Mesin ada RPM-nya. Hari ada pagi dan sorenya. Alam semesta pun berdenyut.
Hukum Gender, Hukum Pasangan
(The Law of Gender, The Law of Compliment)
Ada pria ada wanita. Ada mur ada bautnya. Ada gelas ada piringnya. Ada sendok ada garpunya.
Itulah sebagian kecil dari hukum-hukum alam yang diciptakan oleh Tuhan. Hukum-hukum ini, tidaklah sampai setitik air, di banding keluasan ilmu-Nya yang seluas samudera. Hukum-hukum itu, hanya sebagian kecil dari yang dirizkikan kepada kita untuk bisa mempelajarinya.
Sekali lagi, mari ringkaskan “The Law of Universe” yang sudah kita pelajari:
01. Hukum Kreasi, Hukum Keikhlasan (The Law of Creation)
02. Hukum Perwakilan (The Law of Representativeness)
03. Hukum Stamina (The Law of Endurance, The Law of Gratitude)
04. Hukum Keseimbangan (The Law of Balance)
05. Hukum Pertumbuhan (The Law of Growth)
06. Hukum Istirahat (The Law of Rest)
07. Hukum Atropi (The Law of Atrophy)
08. Hukum Gerak (The Law of Vibration)
09. Hukum Sebab-Akibat (The Law of Cause and Effect)
10. Hukum Efek Kumulatif (The Law of Cummulative Effect)
11. Hukum Mentalitas (The Law of Mentalism)
12. Hukum Koresponden (The Law of Correspondence)
13. Hukum Polaritas (The Law of Polarity)
14. Hukum Ritme (The Law of Rhytm)
15. Hukum Gender, Hukum Pasangan (The Law of Gender, The Law of Compliment)
THE LAW OF ATTRACTION
“The Law of Attraction states that everything draws to itself that which is like itself.”
The Law of Attraction ada di dua tingkatan.
Tingkatan pertama, adalah wilayah Sang Pencipta.
Jiwa manusia, adalah tiupan ruh-Nya. Kemudian manusia itu, selagi masih dipelihara-Nya, selagi di dalam kandungan ibunya, selagi belum bisa menjadi yang memelihara, ditanya, “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”. Jiwa itu menjawab, “Ya Engkaulah Tuhanku.” Kemudian manusia itu lahir, dan mengemban tujuan tunggal dengan tugas sebagai pemelihara, sebagai pelayan, dan sebagai hamba-Nya. Nanti, saat manusia itu kembali, yang lain akan berkata, “Inna lillahi wa inna ilaihi raajiuun.”
Itulah The Law of Attraction di tingkat yang pertama. Ia-lah tempat kembali segala sesuatu.
Di tingkat yang kedua, The Law of Attraction berkaitan dengan kepentingan Anda di dunia. Untuk menjadi lebih sukses, untuk menjadi lebih kaya, untuk menjadi lebih berhasil, untuk menjadi lebih bermanfaat, dan sebagainya. Inilah “The Law of Attraction” yang kini menghebohkan Anda. The Law of Attraction pada level yang kedua. Pesan Saya, berhati-hatilah untuk tidak hanya berhenti di sana. Ingatlah bahwa Anda juga harus mempelajari “The Law of Attraction” di tingkat pertama.
The Law of Attraction dalam pandangan Saya, adalah berbicara tentang harmonisasi dan keselarasan. Harmonisasi dan keselarasan manusia, dengan semua hukum-hukum universal yang kita pelajari di atas.
Hukum 1, 2, dan 3 adalah hukum yang di dalamnya berbicara tentang “The Law of Attraction” di tingkat pertama. Hukum 1, 2, dan 3 adalah hukum yang harus diharmonisasi dan diselaraskan pertama kali. Kemudian, menjadi bekal untuk harmonisasi dan penyelarasan dengan berbagai hukum lain. Hukum 1, 2, 3 adalah “Anchor Laws” untuk setiap hukum-hukum yang lain.
Hukum 4 sampai dengan 15 (dan seterusnya, Wallahu’alam) adalah hukum yang di dalamnya berbicara tentang “The Law of Attraction” di level kedua. Seperti juga hukum 1, 2, dan 3, semua hukum ini juga harus terpelihara secara harmonis dan selaras.
IMPLEMENTASI THE LAW OF ATTRACTION
Kita coba pelajari implementasi “The Law of Attraction” di tingkat kedua. Sebab untuk tingkat yang pertama, Saya hanya bisa mengatakan bahwa harmonisasi dan penyelarasan dengan hukum 1, 2, 3, adalah harus dan menjadi “anchor laws” untuk setiap hukum yang lain. Saya belum jadi dai, dan sangat cetek untuk ilmu hukum-hukum 1, 2, dan 3. Selebihnya, kita masih boleh menganalisis dan mempelajarinya sendiri.
Dalam implementasinya, “The Law of Attraction” pada tingkat kedua, seringkali direpresentasikan orang dengan berbagai ungkapan misalnya:
“You get what you think about, whether wanted or unwanted.”
“All forms of matter and energy are attracted to that which is of a like vibration.”
“You are a living magnet.”
“You get what you put your energy and focus on, whether wanted or unwanted.”
“Energy attracts like energy.”
“Everything draws to itself that which is like itself.”
“Like attracts like”
“Whatever you want wants you”
“What you sow, you reap”
“What you put out you get back”
“What comes around goes around”
Apa yang menjadi persoalan, adalah seringnya implementasi yang tidak membuahkan hasil, atau dengan kata lain “The Law of Attraction” itu ternyata tidak bekerja. Di mana salahnya?
Apa yang salah adalah pelanggaran terhadap hukum-hukum 1, 2, dan 3 di atas. Atau, adanya kontradiksi (alias fenomena tidak memelihara, tidak konsisten, tidak harmonis atau tidak selaras), berkaitan dengan satu hukum dengan hukum yang lain. Beberapa contohnya adalah yang berikut ini:
1. Mempercayai bahwa “positive thinking” saja sudah cukup untuk menarik (attract) apa yang Anda inginkan.
Realitanya, banyak orang menggunakan bentuk-bentuk afirmasi positif secara sadar, namun dalam kenyataannya, apa yang terjadi adalah justru membatalkan afirmasi itu di alam bawah sadarnya.
Contohnya begini. Anda mengatakan pada diri sendiri, “Saya kuat, sehat, dan enerjik.”
Jika Anda mengatakannya saat Anda sedang merasakan lemah, sakit atau tidak bertenaga, maka Anda “yang di dalam” justru akan mengcounternya dengan berkata, “Emang?!” atau “Ah masak sih?!”. Energi negatif inilah, yang justru menjadi attractor lebih besar, sehingga membatalkan afirmasi positif Anda. Sebab, ia sebenarnya berkata “Ah nggak, kamu tidak sehat, atau kuat atau berenergi.”
Itu sebabnya, Anda harus siap dahulu untuk sebuah afirmasi. Tidak ujug-ujug dicekoki, melainkan dikondisikan terlebih dahulu untuk menerima suatu keadaan, dan kemudian barulah diupayakan perubahannya.
2. Tidak sabar dan memaksa.
Tidak berarti bahwa alam semesta (universe) tidak mampu mendeliver dengan cepat, akan tetapi yang bersangkutanlah yang tidak sabar dan memaksa alam. Apa yang terjadi, ia hanya menguji teori hukum atraksi, tapi tidak benar-benar memahami aspek pemeliharaan, harmonisasi dan keselarasannya. Ia berharap bahwa hukum itu berjalan sesuai dengan jadwalnya. Ini terjadi, karena ia mungkin melanggar hukum 1, 2, 3, atau hukum-hukum yang lain.
Ia mungkin menyadari atau tidak menyadari, bahwa ada semacam resistensi sejak dari awalnya. Ada kesenjangan harmonisasi terhadap hukum “allowing”. Khususnya berkaitan dengan kapan dan bagaimana alam semesta, akan mendeliver keinginannya. Dan itu, terekspresikan pada rasa tidak sabarnya.
3. Menentukan terlalu dini, kapan dan bagaimana delivery-nya.
Kesalahan ini muncul akibat terjadinya kesalahan nomor 2 di atas. Sekali lagi, penyebabnya adalah inharmonisasi dengan hukum-hukum 1, 2, dan 3 atau hukum yang lainnya. “The Law of Attraction”, hanya bisa bekerja jika Anda harmonis dengan hukum 1, 2, dan 3. Alias, jika Anda harmonis dengan prinsip “allowing”-nya.
Alam semesta itu tak terbatas. Alam sadar atau pikiran Anda terbatas. Saat Anda menginginkan sesuatu, Anda cenderung untuk “menghitung-hitung” bagaimana alam semesta akan melayani Anda. Padahal, pintu-pintu delivery-nya sangat ditentukan oleh hukum-hukum 1, 2, dan 3.
Ingatlah bahwa saat Anda mulai “menghitung-hitung”, Anda sebenarnya sudah “menutup” pintu-pintu lain yang jumlahnya tidak terbatas di alam semesta. Padahal, Anda pasti mengenal ini; “rizki yang datang dari arah yang tidak disangka-sangka”. Mestinya, Anda “allow” untuk segala kemungkinan ini. Sebab, hanya inilah yang sejalan dengan hukum “mumkinat”. Sebab, Anda harus harmonis dan selaras dengan hukum 1, 2, dan 3.
4. Membiarkan (meng-allow) emosi untuk dipimpin oleh “bukti eksternal”
Inilah yang sering membuat orang menyerah kalah. Mereka frustrasi, karena pengalaman realitanya, berbeda dari apa yang mereka coba untuk meng-attract-nya. Hasilnya, apa yang mereka tarik adalah hal-hal yang makin membuat mereka merasa frustrasi.
Penyebab utama dari kesalahan ini, adalah karena kurang mempercayai bahwa “The Law of Attraction” punya dasar-dasar yang ilmiah. Sebab jika Anda percaya, maka vibrasi, gerakan, atau tindakan Anda akan memunculkan dua hal:
- Keinginan Anda akan tercapai lebih cepat.
- Anda tidak menyerah pada “bukti eksternal”.
5. Tidak membenahi kesalahan “beliefs” di tingkat yang lebih dalam
Karena adanya di tempat yang dalam, Anda melihat kesalahan “beliefs” ini sebagai kenyataan. Dan ini, akan menjadi pengalaman emosional Anda. Maka, Anda tidak akan pernah mengalami apapun yang Anda “attract”. Sebaliknya, jika Anda berhasil membenahinya, maka emosi yang terkait akan terlepas dan tidak menghalangi jalan masuk, bagi apapun yang Anda inginkan.
IMPLEMENTASI THE LAW OF ATTRACTION
DI WORKSHOP EDAN
Para praktisi, biasanya memberi guidance sebagai berikut:
1. Perjelas apa yang Anda inginkan.
2. Visualisasikan dan munculkan vibrasi Anda tentang hal itu. Gunakan kata-kata, perasaan, ungkapan, dan tindakan.
3. Bertindaklah untuk poin 1 dan 2.
4 . Kembalikan semuanya kepada hukum 1, 2, dan 3.
Di dalam Workshop EDAN, “The Law of Attraction” diimplementasikan melalui berbagai “hukum sederhana”.
Di bawah ini adalah contoh yang bisa Anda gunakan. Saya juga melontarkan poin-poin ini, kepada Jennie S. Bev beberapa hari yang lalu, saat ia sedikit kaget karena Saya begitu antusias, dalam membantunya menyebarluaskan e-book gratisnya.
Saya katakan kepada Jennie, bahwa Saya melakukannya atas dasar keyakinan Saya (yang juga harus dipraktekkan oleh setiap peserta Workshop EDAN) yaitu:
1. Virus paling menular di muka bumi adalah “antusiasme”,
2. All you have to do is just “ask”,
3. The only thing you’ll get when you ask is “support”.
Dari email balasannya, Saya juga yakin bahwa Jennie pun mempraktekkannya.
Anda mungkin tidak percaya, bahwa hanya dengan bekal yang nomor 1 saja (antusiasme), Saya mendapat rizki dari arah yang tidak terduga. Berikut ini, adalah contoh yang bisa Saya ceritakan di sini.
Saya hadir di suatu forum bersama banyak orang lain di sana. Seseorang tiba-tiba berkata, “Siapapun di dalam ruangan ini yang mau ikut Workshop EDAN, Saya akan menanggung setengah biayanya!” (Thanks bro, if you read this.)
Bagaimana hasilnya, jika Anda mempraktekkan ketiga-tiganya?
Diambil dari blog “lupa”